HendraUfa

Pedagang Pasar ricuh, Kapolres Payakumbuh: Ada miskomonikasi

Kabasago.com - Media sosial dikagetkan dengan beredarnya vidio pedagang pasar Payakumbuh yang bersitegang dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 pada hari Jumat (22/5). 

Kejadian yang terjadi pukul 16.10 wib tersebut berujung dengan pemindahan Pagar besi pembatas jalan oleh para pedagang. Jumlah pedagang yang ikut dalam aksi tersebut tidak terlalu banyak, namun terlihat ramai karena ditonton para pengunjung pasar. 

Kapolres Payakumbuh AKBP Doni Setiawan menyatakan kericuhan tersebut terjadi karena kesalahpahaman antara Petugas dengan Pedagang Pasar.

"Ada miskomunikasi antara petugas dengan pedagang. Sore tadi ada petugas yang melarang pedagang masuk ke pasar untuk berjualan (dari arah Tugu Adipura). Sehingga terjadi salah paham", terang Doni.

Dari pantauan Kabasago.com areal bawah Kanopi memang terlihat lengang sejak pagi hari karena penutupan Ruas Jalan A. Yani oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.

"Harusnya mereka diperbolehkan masuk untuk berjualan. Yang tidak boleh adalah parkir di bawah kanopi. Kesalahan miskomunikasi ini yang akhirnya dimanfaatkan oleh pedagang untuk meminta kepada petugas agar pembatas jalan sekaligus dibuka", lanjutnya.

Aksi yang tidak berlangsung lama tersebut lansung direspon Tim Gugus Tugas Covid-19 dengan melaksanakan mediasi yang dipimpin oleh Wakapolres Payakumbuh, Kompol Ari Nugroho dan dihadiri oleh Kakankesbangpol, Budhi D Permana dan Kabid Pasar, Asnel. Dari pedagang pasar diwakili oleh 3 orang dengan didampingi oleh pengurus IPKL H. Wan.

Dari mediasi tersebut diperoleh kesepakatan Pembatas jalan dibuka kembali dengan ketentuan parkir hanya untuk roda 2 dengan ketentuan 1 lapis.


"Tujuan penutupan ruas jalan A Yani (Simpang Tugu Adipura) adalah untuk mencegah penumpukan pengunjung pasar sehingga prinsip PSBB tidak terpenuhi. Kami berharap perekonomian tetap berjalan dan kesehatan pengunjung serta pedagang tetap terjaga", ungkapnya.