HendraUfa

Inilah keputusan Gugus Tugas terkait Pasar Payakumbuh

Sejumlah pedagang Pasar Payakumbuh sempat ricuh dengan Tim Gugus Tugas penanggulangan Covid-19 pada sore hari Jumat (22/5). 

Hal tersebut menurut Kapolres Payakumbuh AKBP Doni Setiawan terjadi karena kesalahpahaman antara Petugas dengan Pedagang Pasar.

"Ada miskomunikasi antara petugas dengan pedagang. Sore tadi ada petugas yang melarang pedagang masuk ke pasar untuk berjualan (dari arah Tugu Adipura). Sehingga terjadi salah paham. Harusnya mereka diperbolehkan masuk untuk berjualan. Yang tidak boleh adalah parkir di bawah kanopi. Kesalahan miskomunikasi ini yang akhirnya dimanfaatkan oleh pedagang untuk meminta kepada petugas agar pembatas jalan sekaligus dibuka", terang Doni.

Pada malam harinya, sejumlah pimpinan daerah berkumpul di Posko Covid-19, diantaranya Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, Kapolres Payakumbuh, AKBP Doni Setiawan, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Fery S. Turut juga hadir Wakil Walikota, Setdako dan sejumlah OPD serta perwakilan IP3 (Ikatan pedagang pasar Payakumbuh) dan perwakilan IPKL (Ikatan Pedagang Kaki Lima Payakumbuh).

Dari pertemuan tersebut diperoleh kesepakatan:
1. Penegasan penutupan pasar dimulai pada hari sabtu tanggal 23 Mei 2020 pukul 22.00 wib s/d 26 Mei 2020.
2. Parkir dibawah Kanopi dialihkan ke  Sepanjang Jalan Sudirman.
3. Posko check point petugas gabungan dialihkan ke depan Kantor Bupati dan Simpang Sianok.
4. Check point mengedepankan Petugas Trantib dan yang mengarahkan adalah Petugas Parkir berseragam.


5. Masuk pasar wajib pakai masker dan cuci tangan.
6. Antisipasi pedagang dadakan dari luar daerah atau tidak memiliki identitas/izin berjualan.

"Tujuan pengetatan pengamanan Pasar Payakumbuh tidak lain adalah sebagai upaya mencegah dan Percepatan Pemutusan Mata Rantai Penyebaran dan Pencegahan Virus Corona (Covid-19)", terang Riza Falepi.