HendraUfa

Dua pasien positif Covid-19 Payakumbuh dinyatakan sembuh

"Pada hari ini telah hadir bersama kita DI dan H. D, pasien Positif Covid-19 yang dinyatakan telah sembuh", demikian ucap Wawako Payakumbuh Erwin Yunaz membuka sesi press release pada hari Sabtu (16/5) melalui media zoom.


Wawako yang didampingi Kadiskes dr. Bakhrizal, Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kadis Kominfo Jhon Kenendi dan Kakankesbangpol Budhi D. Permana menerangkan inilah tujuan dari press release yang selama ini dilaksanakan. Memberitahukan kepada masyarakat luas perkembangan penanganan wabah Covid-19 di Kota Payakumbuh. Press release tidak selalu memgumumkan pasien positif Covid-19.

"Saat ini telah sembuh sebanyak 4 orang yaitu DI, D, AL (50 Kota) dan J (Agam)", lanjut Erwin Yunaz. 

Pada kesempatan tersebut DI (53) sangat berterimakasih kepada Pemko Payakumbuh dan Dinkes beserta jajarannya. Ia menceritakan bagaimana kronologis sejak ditetapkan ODP hingga berstus OTG positif Covid-19. 

Pria yang berprofesi sebagai pedagang elektronik di Pasar Payakumbuh ini mengaku selama isolasi mandiri selalu berparasangka baik kepada Allah dan ikhlas, meyakini ketika Allah memberikan ujian, pasti ada jalan keluarnya.

"Menjadikan isolasi sebagai muhasabah diri dan menambah kedekatan kepada Allah serta senatiasa meminta doa kepada kaum muslimin yang saya kenal", terang DI. Yang tak kalah penting menurut DI adalah mengikuti semua anjuran dari Dinkes dengan mengkomsumsi obat-obatan dan herbal yang sesuai sunnah Rasullullah. 

"Alhamdulillah setelah beberapa kali mengikuti test swab, saya dinyatakan sembuh", ucap DI yang berdomisili di Balai Panjang Payakumbuh Selatan.
Hal yang senada juga disampaikan oleh D , warga Balai Jariang Kec.Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh. Ia sangat berterimakasih kepada petugas Puskesmas Air Tabit yang selalu mensuplai obat-obatan dan menanyakan perkembangan kesehatannya. 

Namun menurutnya yang paling menyedihkan bukanlah penyakit yang dideritanya melainkan tekanan masyarakat. "Sebetulnya penyakit ini tidak aib. Tapi yang paling menyakitkan itu adalah tekanan dari masyarakat", kata D.

Kadiskes dr. Bakhrizal mengatakan tujuan menghadirkan kedua pasien positif yang telah sembuh ini adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwasanya Covid-19 bukanlah aib. Tekanan  negatif masyarakat inilah yang membuat imunitas menjadi menurun. Yang paling penting dalam kesembuhan pasien positif adalah merasa nyaman sehingga dapat memproduksi imunitas dengan baik.

"Walaupun sudah sembuh tetap mengikuti prinsip social distancing dengan menjaga jarak dan memakai masker", tegas dr.Bakhrizal.